25 August 2010

ABOUT MY BLOG






Sebuah Blog sederhana. Namun mempunyai niat tulus untuk berbagi dalam menimba berbagai disiplin ilmu. blog ini  dibuat sekitar tahun 2009 tepatnya saat saya menginjak bangku kuliah di STMIK TASIKMALAYA. tidak ada maksud sih, yang ada hanya terdorong oleh tugas. hehe

Setelah beberapa bulan berjalan, saya mulai mengetahui bahwa kegiatan blogging itu begitu menyenangkan. meski dalam hal ini perlu beberapa syarat agar kita bisa asyik di dunia blogging. diantaranya adalah kita harus bisa konek internet. syukur -syukur kalau kita sudah bisa menikmati layanan wireless atau hotspotan gratis. namun bagi yang tidak, maka kita harus sedikit merogoh kocek  atau uang jajan kita untuk kegiatan blogging. tapi tak apa lah, yang penting kita bisa nge-blog. hal itu juga yang terpikir di benak saya ketika saya harus mengeluarkan uang demi nge-blog.

Apalagi semangat saya makin menggebu-gebu ketika tahu dalam kegiatan nge-blog ini kita dapat menghasilkan uang. wah... lumayan kata saya, dari pada lumanyun.. hehehe. siip deh . buat uang tambahan. (tapi kita mesti ekstra) saya saja belum tentu mampu meraup kenikmatan nge-blog seperti senior-senior. hehehehe. makanya ... Yuk ah nge-blog.

Meski pergerakan dari blog saya ini bisa dikatakan masih lambat dan sangat sederhana, mudah-mudahan ke depan saya bisa lebih mengkoreksi lagi dan lebih semangat lagi untuk Nge-Blog. hehe Amiin
udah dulu ya....ini saja sekilas mengenai blog saya. mudah-mudahan kedepan kita bisa sharing. kalo ada apa apa kirim aja email ke acep.miftah@gmail.com. ditunggu ya....!!!! wassalam

06 June 2010

PEMBAHASAN GELOMBANG



1. Definisi
Ada beberapa pengertian apa itu gelombang, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Gelombang merupakan permabatan energi tanpa diikuti perpindahan materi.
b. Gelombang merupakan getaran yang merambat. Dimana getaran merupakan gerakan bolak-balik melalui titik keseimbangan. Getaran biasa disebut dengan gerak harmonic atau vibrasi.
c. Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menhitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal). Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam waktu satu detik.

2. Macam macam Gelombang
Gelombang mempunyai beberapa macam tergantung darimana kita melihatatau dari segi apa kita membedakannya.

Dilihat dari medium perambatannya , maka geombang dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
a. Gelombang Mekanik
Gelombang mekanik adalah gelombang yang merambatnya melalui medium. Contohnya gelombang pada air, gelombang pada tali dan gelombang bunyi.
b. Gelombang Elektromagnetik
gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang merambatnya tanpa melalui medium. Contohnya gelombang cahaya tampak. Dimana kecepatan cahaya adalah 3.108 m/s



Dilihat dari arah rambatannya , gelombang dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
a. Gelombang Transversal
Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatannya tegak lurus dengan arah gelombang. Satu gelombang terdiri atas satu lembah dan satu bukit, misalnya seperti riak gelombang air, benang yang digetarkan, dsb.
b. Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatannya sejajar atau berhimpit dengan arah gelombang. Gelombang yang terjadi berupa rapatan dan renggangan. Contoh gelombang longitudinal seperti slingki / pegas yang ditarik ke samping lalu dilepas.

3. Bagian –bagian Gelombang

Periode merupakan kebalikan dari frekuensi,dapat dihitung dengan rumus :
T = 1/ F sehingga frekuensi dapat dicari dengan rumus kebalikannya yaitu F=1/T

3.1 Persamaan Kecepatan Gelombang
Perhatikan rumusan berikut di bawah ini. Dari rumus kecepatan kita dapat mengetahui juga bahwa = V.T
V= lamda . F
V= lamda . 1/ F
V= lamda / T
lamda = V.T
3.1 Persamaan Gelombang Jalan


 - -  V P

O


Sebuah gelombang dari titik O menuju titik P sejauh x cm ini dinamakan gelombang jalan. Waktu yang dibutuhkan gelombang berjalan dari titik O ke P adalah x / V.
Jika O telah bergetar selama t detik maka P baru bergetar ( t – x / V ) detik

- Persamaan umum gelombang
Persamaan umum geombang dapat diketahui dari rumusan sebagai berikut :
Y = A sin w .t
Keterangan :
Y : simpangan
A : amplitude
w : kecepatan sudut
t : waktu
- Persamaan gelombang jalan
Y = A sin w.t

[ Y = A sin 2 f.t- k.x]  berjalan dari kiri ke kanan
[ Y = A sin 2 f.t + k.x]  berjalan dari kanan ke kiri
Secara umum :
Y = A sin 2 f.t ± k.x

GELOMBANG STATIONER

Gelombang stationer disebut juga gelombang berdiri (standing wave) atau gelombang diam atau gelombang tetap.
Gelombang statoner ini terjadi dari interferensi (perpaduan) terus menerus antara gelombang dating dengan gelombang pantul.

Ada dua macam gelombang stationer yaitu :
1. gelombang stationer pada ujung terikat (ujung tetap)
2. gelombang stationer pada ujung bebas

sifat sifat gelombang :
1. refleksi = pemantulan
2. reflaksi = pembiasan
3. difraksi = Pelenturan
4. Perpaduan = Interferensi = Superposisi


Gelombang Statoner Pada Ujung Terikat

Persamaan gelombang datangnya adalah Y1=A sin (k.x – w.t)
Persamaan gelombang pantulnya adalah Y2=A sin (k.x + w.t)

Persamaan gelombang stationer (hasil interferensinya) yaitu : Y=Y1+Y2
Y = [A sin (k.x – w.t) + A sin (k.x + w.t) ]
Y = A [sin (k.x- w.t) + sin (k.x + w.t)]
Ingat bahwa : sin a + sin b = 2 sin 1/2 (a + b). cos 1/2 (a- b)
Maka :
Y = A [2 sin 1/2 (k.x-w.t + k.x-w.t). cos 1/2 (k.x-w.t - k.x-w.t)
Y = A [ 2 sin 1/2 (k.x . cos 1/2 (-2 w.t)]
Y = A [2 sin k.x. cos w.t]

Dimana 2 A sin k.x = amplitude gelombang stationer

Menentukan letak simpul dan letak titik perut
1. letak simpul pada gelombang stationer pada ujung tetap
merupakan kelipatan genap dari seperempat lamda . secara matematik ditulis dengan :
x n+1 = 2n ( lamda /4) n : 0,1,2,…
2. letak perut gelombang stationer pada ujung tetap merupakan kelipatan ganjil dari seperempat lamda .
x n+1 = 2n+1 ( lamda /4) n : 0,1,2,…

Gelombang Stationer Padaujung Bebas

Y = A sin ( k.x – w.t) Y = - A sin ( k.x + w. t)
ujung O digetarkan naik turun dan ujung b dibiarkan bebas bergerak.pemantulan oleh ujung bebas meghasilkan gelombang pantul yang sefase dengan gelombang datang.
Y=Y1-Y2
Y = [A sin (k.x – w.t) - A sin (k.x + w.t) ]
Y = A [sin (k.x – w.t) - sin (k.x + w.t) ]
Y = A [2 cos 1/2 (k.x-w.t + k.x-w.t). sin 1/2 (k.x-w.t - k.x-w.t)
Y = A (2 cos k.x . sin w.t)
As= A (2 cos k.x)

Menentukan letak simpul dan letak titik perut pada gelombang stationer pada ujung bebas:
1. Letak simpul pada gelombang stationer pada ujung tetap
merupakan kelipatan genap dari seperempat lamda . secara matematik ditulis dengan :
x n+1 = 2n+1 ( lamda /4) n : 0,1,2,…
2. letak perut gelombang stationer pada ujung tetap merupakan kelipatan ganjil dari seperempat lamda .
x n+1 = 2n ( lamda /4) n : 0,1,2,…


Cepat Rambat Gelombang Taransversal Pada Dawai (Tali)

dari percobaan MELDE menyimpulkan bahwa cepat rambat gelombang transversal pada tali yaitu :

V : √ f / u

V : cepat rambat gelombang transversal
f : gaya tegangan tali
u: massa per satuan panjang (m /l )





















04 April 2010

KONSEP IF ELSE DAN DO CASE PADA PEMROGRAMAN

Dalam melakukan pemrograman terkadang kita memecahkan permasalahan dengan berbagai alternatif. Sehingga harus dilakukan pemilihan untuk memenuhi pilihan yang sesuai. Proses tersebut biasa disebut dengan pemilihan atau selection.

Ada dua konsep atau metode pemilihan dalam pemrograman yiatu :

1. metode if else
metode ini melakukan pemilihan/selection dengan membuat statement jika kondisi terpenuhi dan diikuti dengan statement jika kondisi tidak terpenuhi.

Dalam Algoritma dan semua bahasa pemrograman konsep if lese hampir sama. Pemilihan dalam algoritma dituliskan sebagai berikut :

if then
{statement jika kondisi terpenuhi}
else
{statement jika kondisi tidak terpenuhi}
endif

Dari syntax tersebut dapat digunakan ke dalam bahasa pemrograman dan penulisannya pun tidak berbeda dengan algoritma. Contohnya:

Dalam pascal

if nilai>50 then
write(“lulus”);
else
write(“Tidak lulu”);
end;

Dalam Visual Basic

If nilai>50 then
label1.caption=”lulus”
Else
label1.caption=”Tidak Lulus”
End if


2. Metode Case/Do Case
metode ini tidak jauh berbeda dengan if else hanya saja do case lebih memudahkan programer dan lebih irit dalam penulisan apalagi jika statment yang digunakan sangat banyak.

Dalam algoritma syntaxnya adalah sebaai berikut :

case
x:
y:
...
...
z:
otherwise
endcase

Dimana x,y,...z merupakan kondisi yang dibutuhkan untuk memenuhi suatu statement.

Dalam bahasa pemrograman kita bisa menggunakan metode ini juga, seperti contoh dibawah ini :

Dalam Pascal

case bulan of
1:write(“Januari”);
2:write(“Februari”);
...
...
12:write(“Desember”);
otherwise write(“tidak ada bulan lebih daari 12”);
end

Dalam Visual Basic

Do case
case angka=1
label1.caption=”Januari”
case angka=2
label1.caption=”Februari”
...
...
else
label.caption=”Masukan Angka 1-12”
endcase


penggunaannya tergantung kepada pemrogram sendiri, dan yang manapun yang anda pilih yang penting program kita jadi. Karena user tidak akan berkomentar tentang skrip yang kita gunakan.

Untuk yang mau menambahka, silahkan commentnya ditunggu ya....!!!!